Warna Biru Bisa Membuat Alergi, Berikut Kisahnya

Antonio Maiocco (13), seorang remaja asal Philadelphia mengalami alergi aneh. Kulitnya akan mengeluarkan reaksi alergi berupa merah-merah dan mengelupas seperti ular jika memakai celana jeans hingga main Xbox.

Antonio ternyata mengalami alergi terhadap pewarna biru dan logam berat seperti kobalt dan nikel. Jangankan memakai celana jeans, duduk di sebelah orang yang mengenakan jeans pun membuat kulit antonio bereaksi.

"Ketika kami pergi ke bioskop, saya harus menggunakan pembatas kursi sehingga ia bisa duduk tanpa reaksi," cerita Lynn, ibu dari Antonio.

Antonio juga tak bisa menggunakan pasta gigi yang menggunakan bahan-bahan kimia. Ia hanya bisa memakai pasta gigi alami.

Untuk mencegah kekambuhan alergi, keluarga Antonio pun menghilangkan semua produk atau perlengkapan di rumah yang mengandung pewarna biru. Antonio juga tak pernah memakai pakaian yang menggunakan pewarna biru.

Untuk alergi logam berat, Antonio terpaksa harus mengenakan sarung tangan jika ingin memegang baterai atau menggunakan perangkat listrik lainnya.

Awalnya semua keluarga bingung melihat reaksi kulit Antonio. Saat dibawa ke rumah sakit, butuh waktu dua bulan untuk mengobati reaksi alergi di kulit Antonio. Tim dokter kemudian melakukan serangkaian tes alergi.

Menurut para dokter, pemicu awal reaksi alergi tersebut adalah musim dingin tahun 2014. Dua tahun lalu, Antonio juga terkena Demam Scarlet.

Kini, Antonio harus mengoleskan krim ke kulitnya setiap pagi untuk meminimalkan risiko alergi. Sementara itu, sang ibu khawatir Antonio yang sudah beranjak remaja tidak bisa bergaul dengan teman-teman seusianya.

Tapi, Antonio adalah anak yang kuat. Ia tak pernah ambil pusing jika ada teman yang mengejeknya.

0 Response to "Warna Biru Bisa Membuat Alergi, Berikut Kisahnya"

Posting Komentar