Virus Zika Sudah Dapat Diatasi Oleh Ilmuan Sejak Awal, Benarkah?

Begitu masuk ke tubuh ibu hamil, virus Zika juga bisa 'menembus' hingga ke rahim dan menyerang janin. Salah satu dampaknya kepala dan otak bayi mengecil begitu lahir atau biasa disebut hidrosefali.

Untuk itu peneliti merasa perlu menemukan metode khusus yang bisa melindungi janin dari virus Zika sejak berada dalam rahim. Dan upaya ini berhasil dilakukan oleh tim peneliti dari AS.

Mereka menemukan antibodi yang dibuat dari sel-sel darah orang yang pernah terserang Zika dan bertahan hidup dari virus melumpuhkan tersebut. Seperti dikutip dari Science Daily, antibodi ini disebut sebagai ZIKV-117.

"Siapa tahu temuan kami juga bisa menjadi cikal bakal vaksin anti-Zika yang efektif," terang James Crowe, MD, direktur Vanderbilt Vaccine Center, salah satu anggota tim penemu antibodi ini.

Sejauh ini efektivitas antibodi itu baru terbukti lewat percobaan pada tikus. Terapi ini berhasil menurunkan jumlah virus yang terkandung dalam darah induk tikus dan di sekitaran plasenta menuju rahim.

Dengan begitu, ketika si bayi tikus lahir, kerusakan pada plasenta tidak begitu signifikan dan ukuran bayi tikus yang dilahirkan dari induk yang mendapat terapi juga lebih besar daripada bayi tikus dari induk yang tidak memperoleh terapi tersebut.

Temuan ini memberikan harapan bagi para wanita yang khawatir terserang Zika saat sedang berbadan dua, walaupun untuk mendapatkannya butuh waktu bertahun-tahun. Termasuk untuk memastikan terapi ini aman dan efektif untuk manusia, khususnya ibu hamil.

Sementara itu, peneliti lain memfokuskan diri untuk menciptakan vaksin yang dapat melindungi publik dari virus Zika. "Kalaupun suatu hari nanti vaksin seperti ini ada, kemungkinan untuk terinfeksi Zika tetap ada," ungkap Prof Laura Rodrigues dari London School of Hygiene and Tropical Medicine.

0 Response to "Virus Zika Sudah Dapat Diatasi Oleh Ilmuan Sejak Awal, Benarkah?"

Posting Komentar