Terapi Yang Benar Dalam Mengatasi Penyakit Psoriasis

Psoriasis merupakan penyakit peradangan sistemik autoimun yang menyerang kulit. Penyakit ini bersifat kronis dan residif atau tidak bisa hilang total.

Meski belum bisa disembuhkan, ada berbagai pengobatan untuk meringankan psoriasis. Ketua Psoriasis Nusantara, dr. Danang Tri Wahyudi, SpKK menuturkan, jenis pengobatan yang dipilih tentu disesuaikan dengan tipe psoriasis, tingkat keparahan psoriasis, hingga kondisi kesehatan pasien.

"Obat yang cocok buat satu orang pasien belum tentu berhasil untuk pasien lainnya," kata Danang dalam peringatan Hari Proriasis Sedunia, di Jakarta, Sabtu (29/10/2016).

Namun, sebagian besar pasien tak hanya butuh satu metode pengobatan saja. Selain itu, pengobatan juga bisa berganti-ganti tergantung kecocokan dan kenyamanan dengan pasien atau melihat keefektifan obat.

Sejauh ini ada tiga jenis terapi psoriasis, yaitu topikal, fototerapi, dan sistemik (oral dan injeksi).

1. Topikal

Topikal merupakan obat oles untuk mengatasi bercak merah yang muncul di tubuh pasien psoriasis. Pengobatan ini untuk pasien psoriasis ringan dengan luas kelainan kulit kurang dari 3 persen permukaan tubuh.

Ada banyak jenis obat yang bisa diberikan, seperti emolien, kortikosteroid, asam salisilat, tararoten (retinoid), analog vit D dan kortikosteroid, hingga tar.

Danang mengingatkan untuk tidak membeli obat oles tanpa resep dan pengawasan dokter. Sebab, masing-masing pengobatan memiliki efek samping.

2. Fototerapi

Fototerapi merupakan penyinaran pada kulit pasien psoriasis. Terapi ini biasanya digunakan pada pasien yang tidak mempan diberikan obat salep. Namun, fasilitas ini belum tersedia di semua rumah sakit.

"Kira-kira hanya ada lima tempat yang memiliki fasilitas ini," kata Danang.

Fototerapi juga banyak jenisnya, seperti broadband UVB, narrowband UVB, hingga psoralen + UVB. Setiap jenis fototerapi itu pun memiliki efek samping, misalnya ada yang menimbulkan rasa seperti terbakar matahari.

3. Sistemik

Sistemik atau pengobatan oral dan injeksi ditujukan untuk psoriasis sedang hingga berat. Biasanya digunakan untuk tipe psoriasis eritroderma, psoriatik artritis, dan pustulosa. Pengobatan yang terbaru adalah dengan agen biologik, yaitu melalui suntikan maupun infus.

Pengobatan non-medik

Selain pengobatan medis, pasien perlu mengatasi sendiri penyakit psoriasis. Bisa dengan menghindari faktor pencetus munculnya psoriasis, seperti infeksi bakteri streptococcus, cedera fisik, stres dan konsumsi obat-obatan, misalnya obat jantung.

Danang mengatakan, pasien psoriasis juga berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular. Maka, pasien pun harus menjalani pola makan sehat, olahraga teratur, dan rutin cek kesehatan.

0 Response to "Terapi Yang Benar Dalam Mengatasi Penyakit Psoriasis"

Posting Komentar