Orang Tua Harus Mendengarkan Keluhan Anaknya, Mengapa?

Cikal bakal bullying bisa terjadi di lingkungan bermain anak. Contoh sederhananya, ketika anak disuruh-suruh temannya membereskan mainan. Secara tidak langsung, si teman sudah memanfaatkan anak.

Psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi mengatakan pada prinsipnya, pemanfaatan merupakan cikal bakal bullying. Nah, ketika orang tua melihat ada kecenderungan anak menjadi korban bullying, maka kenalkan self defense mechanism alias mekanisme pertahanan diri pada anak.

"Ketika dia 'diserang' secara fisik atau verbal, misalnya disuruh temannya bawain tasnya, ajarkan pada anak untuk katakan tidak untuk hal yang tidak mau dia lakukan sehingga dia berani untuk tidak melakukan hal itu," tegas Ratih dalam perbincangan dengan detikHealth.

Ratih menambahkan, rata-rata anak yang bisa dimanfaatkan adalah anak yang percaya dirinya rendah. Sehingga, ia akan mengikuti semua kata orang. Lebih lanjut, Ratih mengungkapkan bahwa melatih anak berani mengatakan tidak pada hal yang tidak mau dilakukan juga bisa dibiasakan di rumah.

Dengan kata lain, orang tua perlu membiasakan diri 'mendengar suara' anak. Sehingga, anak bisa melakukan sesuatu tanpa dipaksa. Sebab, jika anak terus dipaksa saat melakukan sesuatu, dia akan merasa dirinya tidak penting dan harus terus mengikuti apa kata orang lain.

Tapi, lanjut Ratih, ketika anak tidak mau melakukan sesuatu, orang tua mesti menanyakan pada anak apa alasan dia tidak mau melakukan hal itu. Sebut saja ketika diajak belajar tapi anak tidak mau, tanyakan mengapa dia tidak mau.

"Kalau anak misalnya nggak mau karena ngantuk, lihat aja bener nggak dia ngantuk. Kalau beneran, ya sudah ajak anak tidur. Jadi bukan yang cuma main-main, anak nggak mau belajar karena malas misalnya. Sehingga, anak juga belajar bahwa segala sesuatu yang nggak mau dia lakukan itu ada reason-nya," papar pemilik akun twitter @ratihyepe ini.

0 Response to "Orang Tua Harus Mendengarkan Keluhan Anaknya, Mengapa?"

Posting Komentar