Efek Samping Trauma Dari Kecil Berakibat Buruk Saat Dewasa, Benarkah?

Trauma di masa kecil telah membuat sosok Cempaka tumbuh sebagai gadis yang pemurung dan penyendiri. Tatapannya juga seringkali kosong meski sang kekasih telah menghujaninya dengan kasih sayang.

Namun sosok Cempaka sangat jauh berbeda dengan empat gadis lain yang muncul di film Belahan Jiwa arahan Sekar Ayu Asmara ini. Meski dihadapkan pada persoalan masing-masing, Cairo, Arimby, Baby Blue dan Farlyna setidaknya punya satu sama lain untuk berbagi.

Cairo adalah seorang pelukis yang sedang mencoba mengeksplorasi faham baru dalam lukisannya, nihilisme. Tema lukisan Cairo dengan faham cenderung gelap, bahkan karakter dalam lukisannya digambarkan memiliki tanduk. Namun ia masih belum puas sampai menemukan warna merah yang pas untuk membuat lukisannya semakin hidup.

Farlyna, selain seksi, wanita ini memang perancang busana seksi. Karena sedang naik daun, suatu ketika Farlyna diundang ke sebuah acara bincang-bincang di televisi dan dipertemukan dengan seorang ustadzah yang mengkritik gaya berbusananya.

Baby Blue memiliki seorang kembaran bernama Baby Pink. Namun hari-harinya menjadi kelabu karena Baby Pink meninggal dalam sebuah kecelakaan. Ini membuatnya terus bertanya-tanya tentang apa arti hidup, dan mengapa dua jiwa kembar yang terlahir bersamaan seperti dirinya dan Baby Pink harus terpisahkan oleh kematian.

Lain lagi Arimby. Wanita kalem yang punya kebiasaan menyisir rambutnya sepanjang waktu ini adalah seorang psikolog. Saat ini ia tengah menangani seorang pasien dengan kepribadian ganda setelah ia menjadi korban perkosaan.

Keempat wanita ini bersahabat baik, bahkan mereka menyebut diri mereka sebagai Soulmates. Beberapa kali keempatnya mengucapkan semacam slogan 'sehidup semati' untuk menunjukkan kedekatan mereka.

Menariknya, kelima wanita ini, termasuk Cempaka, memiliki satu kekasih yang sama walaupun panggilan mereka terhadap si pria yang belakangan diketahui bernama Bumi ini berbeda-beda. Bahkan ketika suatu hari mereka makan malam bersama, keempatnya mengaku tak habis pikir bagaimana bisa mereka memiliki kekasih dalam waktu yang bersamaan.

Namun karena berbagai alasan, tak ada satupun yang mau mengenalkan sang kekasih kepada satu sama lain terlebih dahulu. Pada awalnya penonton juga dibuat bingung dengan keberadaan pria ini, karena ia berperilaku baik kepada kelima tokoh wanita, namun kita tidak pernah tahu kemana hati si pria ini bermuara.

Konflik memburuk ketika kelima wanita ini ketahuan mengandung di saat yang bersamaan, dan semua sudah pasti bisa menebak siapa yang menghamili kelimanya. Cairo justru menggugurkan kandungannya sendiri, dan menggunakan darah segar yang mengucur dari tubuhnya sebagai cat merah untuk lukisannya.

Mengetahui hal itu, sang pemilik galeri menganggap Cairo gila dan membatalkan kontrak, termasuk janji pameran yang sedianya akan diberikan kepada wanita berambut keriting itu. Kehamilan akhirnya membuat Farlyna bertobat. Untuk menutupi perutnya yang membuncit, ia pun mengenakan busana muslim yang berakhir pada pembatalan proyek ekspor dengan seorang investor.

Baby Blue kemudian sering ditemui seorang wanita berwajah indo yang misterius. Bahkan ia selalu terlihat mengenakan gaun hitam dan tersenyum penuh arti saat bertemu Baby Blue. Sempat berkenalan, wanita ini tiba-tiba menghilang. Begitu diikuti barulah Baby Blue sadar jika itu adalah jawaban Tuhan darinya, di mana kematian merupakan tahapan kehidupan yang pasti dilalui setiap insan.

Karakter Arimby tidak begitu kuat diperlihatkan dalam film ini. Bisa jadi karakternya memang demikian, sehingga dirasa kurang memberikan kontribusi bagi cerita.

Tiba-tiba saja Soulmates dan Cempaka bertemu, padahal dalam adegan-adegan sebelumnya tidak pernah dijelaskan jika mereka memiliki keterkaitan atau setidaknya kenal. Ternyata mereka berkumpul karena mengaku sama-sama hamil oleh pria yang sama, yaitu Bumi. Tak terima dan penuh amarah, kelimanya mendatangi rumah Bumi.
Namun malang, sesampainya di rumah itu, tak ada seseorang yang bernama Bumi. Hanya seorang pria yang mengaku tinggal di rumah tersebut sejak kecil, tetapi bukan juga sosok pria yang selama ini dikenal sebagai pacar-pacar Soulmates maupun Cempaka.

Adegan terputus begitu saja, dan beralih ke rumah sakit di mana Farlyna melihat Bumi masuk ke rumah sakit yang sama bersama Cempaka. Saat itu Soulmates sedang mengantar Cairo yang tidak jelas sedang sakit apa. Saat Bumi keluar, semuanya mencoba menangkap basah pria ini tetapi gagal. Arimby tak ikut, tetapi begitu mereka kembali untuk mencari Arimby, ia ketahuan sedang membantu Cempaka kabur dari rumah sakit lewat jendela, menggunakan tali tambang.

Cempaka lari ke hutan dan berniat bunuh diri di sana. Wanita ini sudah terlanjur mengalungkan tali tambangnya ke leher. Kepada dirinya sendiri, ia sempat mengatakan bila ia mati maka seluruh anggota Soulmates juga akan mati. Dan setelah berkata 'sehidup semati' seperti slogan Soulmates selama ini, ia pun terjun dari atas pohon dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Tapi terlambat, begitu Bumi sampai, Cempaka sudah tiada. Cairo, Arimby, Baby Blue dan Farlyna pun seolah hilang ditelan bumi. Bumi lantas bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai psikolog Cempaka.

Barulah kemudian terjawab bahwa ternyata keempat anggota Soulmates adalah bagian dari diri Cempaka. Cairo merupakan jiwa Cempaka yang stres akibat pernah diperkosa, sedangkan Baby Blue adalah jiwa yang trauma karena kematian orang tua dan pemerkosanya.

Farlyna adalah jiwa lain dari Cempaka yang memiliki ide-ide janggal, sedangkan Arimby yang kalem menjadi katalisator dari ketiga jiwa lain dan berusaha melawan trauma yang dirasakan Cempaka. Akibatnya Cempaka seolah 'kosong' karena kepribadiannya telah menjadi sosok-sosok tersendiri dalam hidupnya.

Dari segi cerita, film ini cukup bisa memberikan gambaran tentang seseorang yang memiliki kepribadian ganda akibat trauma yang begitu dalam. Bahkan penggambaran keempat kepribadian lain yang dimiliki Cempaka begitu jelas, seakan-akan mereka nyata.

Mirip-mirip dengan gangguan bipolar, kepribadian ganda atau dalam istilah medis disebut sebagai dissociative identity disorder (DID) identik dengan orang yang memiliki beberapa kepribadian sekaligus. Bedanya, kepribadian yang ada pada penderita DID biasanya sangat menonjol dalam aspek-aspek tertentu, bahkan mengalahkan si pemilik kepribadian sendiri.

Kemunculan DID biasanya merupakan bagian dari upaya seseorang untuk mengatasi trauma yang dialaminya. Dengan kata lain, saking traumanya, yang bersangkutan 'melepaskan diri' dari keterkaitan dengan situasi atau pengalaman yang mengerikan di masa lalu, dan berakibat pada munculnya sosok yang sama sekali berbeda.

Hal ini juga pernah dikemukakan Cempaka kepada Bumi. Saat itu keduanya tengah bercengkerama dan Cempaka bermain dengan sebuah topeng. "Aku pengen jadi orang lain," katanya kepada Bumi.

Dengan penuh kasih sayang, Bumi menjawab, "Kamu boleh pakai topeng apapun tapi kamu tetap jadi Cempaka." Tak dinyana jawaban itu justru membuat Cempaka marah sebab ia tak ingin menjadi dirinya yang sekarang, lengkap dengan trauma yang menghantui hidupnya.

Respons serupa didapat Bumi saat ia mengutarakan mimpinya untuk menikahi Cempaka dan membangun keluarga bersamanya. Bayangan akan sosok sang ayah yang mencekik ibunya sampai mati justru muncul di hadapannya dan sontak membuatnya histeris.

Kendati demikian, seperti dikutip dari WebMD, banyak yang beranggapan DID bukanlah kondisi mental yang nyata. Untuk itu diagnosisnya juga sulit dilakukan. Sejauh ini DID hanya bisa dilihat dari gejalanya, seperti kehadiran dua identitas atau kepribadian maupun lebih yang menguasai seseorang secara bergantian. Dan kepribadian ini sama sekali berbeda dengan kepribadian asli dari si pasien, bahkan memiliki jenis kelamin, umur dan rasnya sendiri.

Masing-masing juga memiliki postur, bahasa tubuh, dan gaya bicara yang menonjol. Selain itu, seringkali terjadi perpindahan kepribadian yang biasanya berlangsung dalam hitungan menit hingga hari. Pasien juga cenderung tak bisa mengingat informasi pribadi yang penting tentang dirinya sendiri.

Ada beberapa gangguan kesehatan lain yang berkaitan dengan DID, mulai dari depresi; mood yang mudah berubah-ubah; kecenderungan untuk bunuh diri; gangguan tidur; ansietas atau gangguan kecemasan; serangan panik; fobia tertentu, utamanya yang bisa memicu flashback; penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang; halusinasi; gangguan makan; dan seringkali mereka menjadi perokok.

Bagi Anda penggemar film thriller, film keluaran tahun 2005 ini bisa dicoba, meski awalnya akan sedikit membingungkan karena adegan per adegan dibuat melompat-lompat yang bagi sebagian orang juga bisa diartikan justru semakin menambah kesan misterius.

Apalagi ada Dian Sastrowardoyo yang tumben-tumbenan mengambil peran kelam, walaupun akting dari keempat aktris lainnya juga tidak dapat dikesampingkan.

0 Response to "Efek Samping Trauma Dari Kecil Berakibat Buruk Saat Dewasa, Benarkah?"

Posting Komentar