Cara Mengurangi Angka Kematian Ibu Hamil

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada sekitar 303 ribu wanita meninggal pada tahun 2015 akibat hal-hal yang berhubungan dengan kehamilan. Selain itu diperkirakan juga ada 2,7 juta bayi yang meninggal sebelum usia 28 hari dan 2,6 juta lainnya meninggal dalam rahim.

Apa penyebabnya? Para ahli mengatakan ini karena masih banyak wanita yang belum mendapatkan layanan kesehatan memadai. Dalam studi yang sudah dilakukan diketahui hanya sekitar 64 persen wanita rutin melakukan pengecekan kehamilannya minimal empat kali.

Padahal pemeriksaan rutin tersebut dilakukan untuk cepat mengenali apabila ada kejanggalan dalam kehamilan. Karena bila terlambat diketahui dan muncul komplikasi, maka risikonya bisa berujung pada kecacatan atau bahkan membahayakan nyawa.

Nah untuk semakin menghindari kejadian yang tak diinginkan tersebut, WHO membuat pedoman baru menaikkan anjuran pemeriksaan rutin menjadi delapan kali untuk ibu hamil. Anjuran tersebut lebih banyak dua kali lipat dari anjuran yang sebelumnya.

"Kontak antara perempuan dan penyedia layanan kesehatan yang semakin sering dan baik selama kehamilan akan memfasilitasi langkah pencegahan, deteksi dini, mengurangi komplikasi, dan mengurangi kesenjangan," kata Anthony Costello dari WHO seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/11/2016).

Ketika anjuran pemeriksaan rutin masih empat kali, ibu hamil biasanya melakukan pemeriksaan tersebut sekali pada trimester pertama, sekali pada trimester kedua, dan dua kali pada trimester ketiga.

0 Response to "Cara Mengurangi Angka Kematian Ibu Hamil"

Posting Komentar