Baikkah Anak Laki-laki Kita Sering Membatu Ibunya Mengurus Rumah?

Di usia bawah tiga tahun (batita), anak biasanya lebih banyak menghabiskan waktunya bermain. Namun, bagaimana jika ia justru rajin membantu ibunya menyelesaikan rumah?

Menanggapi hal ini, psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi mengatakan sebetulnya tidak apa-apa jika batita, termasuk laki-laki 'hobi' membantu ibunya menyelesaikan pekerjaan rumah. Sebab, aktivitas itu pada dasarnya merupakan life skill.

"Jadi itu adalah kemampuan dia untuk bisa melakukan kemandirian. Selama level beres-beres rumahnya nggak membahayakan dia ya nggak apa-apa," tutur Ratih dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini.

Saat anak diketahui rajin beres-beres rumah, tidak menutup kemungkinan ada komentar miring dari orang lain. Misalnya saja, anak malah ditertawakan karena dianggap berbakat jadi asisten rumah tangga alias ART. Terkait hal ini, Ratih mengatakan memang seseorang pada dasarnya tidak bisa mengatur sanksi sosial dan respons sosial.

Artinya, orang lain hendak berkata apa, kita tidak bisa mengatur itu. Tapi, tegas Ratih, hal yang bisa ditanamkan pada anak adalah ketika dia melakukan hal yang positif, maka anak tidak perlu takut dan tidak perlu mendengar apa kata orang.

"Beres-beres itu kan bagus, diterapkan di rumah. Bisa jadi bentuk pembiasaan buat dia. Itu good point lho," kata ibu satu anak ini.

"Lagipula, ART itu ibaratnya powernya tinggi lho. Tanpa ada si mbak, mama papanya kan pasti pusing. Jadi cara pikir yang kita tanamkan ke anak dibalik, bahwa ART itu bukan orang yang lemah dan nggak punya power apapun," tutur Ratih.

0 Response to "Baikkah Anak Laki-laki Kita Sering Membatu Ibunya Mengurus Rumah?"

Posting Komentar