Penampilan Itang Yunasz Dalam Ajang JFW 2017

Kecintaan Itang Yunasz terhadap kampung halamannya menginspirasi perancang busana tersebut untuk membuat koleksi busana yang berkaitan dengan nuansa Sumatera Barat.

Melalui ‘Urang Rantau’ yang hadir dalam Jakarta Fashion Week 2017, Itang Yunasz mengungkapkan kerinduan akan kampung halamannya dengan koleksi yang menggunakan sulaman koto gadang, songket pandai sikek, dan batik lokcan.

“Saya mencoba mix dengan sesuatu yang lebih dinamis dan lebih muda,” ucapnya saat ditemui usai peragaan busana ‘Urang Rantau’ dalam Jakarta Fashion Week 2017 di Senayan City Jakarta, Senin (24/10/2016).

Dia melanjutkan, dalam koleksi kali ini (saya) mencoba mencampurkan dengan letupan warna untuk 2017, di antaranya kuning, oranye, coral, dan juga campuran warna hitam yang menjadi warna dasar.

Dalam koleksinya kali ini terdapat pula baju-baju kurung.

Itang mengakui potongan yang ada dalam baju kurung tersebut tidak hanya potongan yang rata. Akan tetapi, dibuat dengan potong asimetris, dengan salah satu bagian lebih panjang dan salah satu lebih pendek.

Seperti yang dikatakan Itang, 10 koleksi busananya ini tidak hanya digunakan oleh wanita berhijab. Akan tetapi, bisa digunakan oleh semua wanita.

“Dari bentuk-bentuk leher yang sebenarnya tidak seorang berhijab pun bisa memakainya, dengan memakai simpul yang diikat ke belakang, atau diikat ke samping,” tuturnya.

Selain baju kurung, koleksi ini terdiri dari celana silat dan long outer yang menggunakan bahan-bahan sutra seperti chiffon, twill, crepe, dan satin.

0 Response to "Penampilan Itang Yunasz Dalam Ajang JFW 2017"

Posting Komentar