Mengganti Gaya Rambut Secara Drastis Bisa Menguragi Sakit Hati, Benarkah?

Salah satu cara melalui rasa sakit hati usai putus hubungan asmara adalah mengganti gaya rambut secara drastis.

Sejumlah pakar penata rias dan rambut mengatakan bahwa sebaiknya hindari keputusan terburu-buru seperti demikian. Pasalnya, bisa meninggalkan penyesalan jangka panjang.

Menurut penata rambut Matt Fugate dari John Frieda Salon, New York, AS, banyak kliennya datang mengubah potongan rambut secara ekstrem karena sedih dan patah hati.

“Banyak wanita yang ingin membuktikan pada mantan pacarnya bahwa dia lebih cantik dan seksi setelah perpisahan. Namun, pilihan itu bisa jadi bumerang,” jelas Fugate.

Mengganti gaya rambut, kata Fugate, bukan keputusan mudah untuk sebagian besar wanita. Sebab, rambut merupakan kunci penting yang bisa mendongkrak nilai keseluruhan penampilan.

“Banyak klien yang akhirnya menyesal karena tidak suka dengan rambut mereka. Sebenarnya, masalah bukan di gaya rambut baru, tetapi pada kondisi hati dan emosional yang tidak stabil,” urainya.

Anjuran serupa juga berlaku pada aksi gegabah mengganti warna rambut demi membahagiakan kekasih Anda.

“Ada klien yang ingin mengubah rambut pirangnya menjadi gelap. Alasannya, kekasihnya menyukai wanita berwarna rambut coklat,” terang Danna Ionato, colorist dari Sally Hershberger Downton Salon, New York, AS.

Lonato lanjut bercerita, beberapa hari kemudian klien itu datang kembali dan mengatakan, dia baru saja berpisah dari pria yang memintanya mengganti warna rambutnya tersebut.

Namun, seorang penata rambut, Nick Arrojo dari Arrojo Salon di New York, mengatakan bahwa tidak ada salahnya mengubah penampilan setelah perubahan signifikan dalam hidup Anda.

Salah satu kliennya mengubah gaya rambut setelah pisah hubungan dengan sang pacar.

“Klien saya itu menginginkan kendali pada diri sendiri dan dia mewujudkannya lewat mengubah gaya rambut,” pungkas Arrojo.

0 Response to "Mengganti Gaya Rambut Secara Drastis Bisa Menguragi Sakit Hati, Benarkah?"

Posting Komentar