Beberapa Wanita Tidak Ingin Menikah Dan Punya Anak, Mengapa?

Memiliki dan membesarkan anak secara tepat membutuhkan komitmen seumur hidup.

Pilihan memiliki anak atau tidak merupakan hak masing-masing individu. Sepatutnya, lingkungan sosial tidak menghakimi seseorang yang memilih hidup lajang terutama ketika pilihan tersebut tidak membuat hidup orang lain lebih sulit.

Berikut tiga alasan yang melandasi pilihan sejumlah wanita untuk tetap melajang dan tidak memiliki anak:

Karier menjadi prioritas
Berdasarkan survei yang dilaporkan oleh Newsweek, sebanyak 40 persen wanita memilih tak punya anak demi fokus untuk memajukan karier.

Para wanita tersebut mengatakan bahwa memiliki anak membatasi gerak, mengurangi waktu kerja, dan menghambat promosi jabatan.

Kenyataannya, dua dari tiga wanita yang kembali bekerja setelah memiliki anak mengaku bahwa mereka kesulitan membagi waktu. Hasilnya, mereka meminta pengurangan waktu kerja dan berimbas pada penghasilan bulanan.

Belum mau mengubah gaya hidup
Memiliki anak berarti Anda tidak lagi bisa menghabiskan waktu bersama teman atau rekan kerja hingga larut malam. Anda harus mempertimbangkan banyak hal untuk sekejap “lari” dari rutinitas dengan berlibur di luar kota.

Banyak wanita yang belum siap untuk melepaskan kebebasan hidup melajang dengan berkeluarga dan memiliki anak.

Finansial belum mantap
Menurut laporan BBC membesarkan anak hingga mereka berusia 21 tahun membutuhkan biaya lebih dari 180.000 poundsterling atau setara dengan Rp 3,2 miliar.

Biaya itu mencakup uang sekolah, uang kesehatan, uang ekstrakurikuller, dan uang membayar asisten rumahtangga atau baby sitter.

Banyak wanita yang merasa penghasilan mereka belum bisa membiayai hidup seorang anak atau lebih. 

0 Response to "Beberapa Wanita Tidak Ingin Menikah Dan Punya Anak, Mengapa?"

Posting Komentar