Rupiah Melemah Kembali

Pada pekan ini, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak dengan kecenderungan konsolidasi hingga melemah. Kuatnya permintaan dollar AS menjelang akhir bulan seiring dengan rutinitas importir mengisyaratkan berlanjutnya depresiasi mata uang rupiah. Apalagi ketidakpastian situasi ekonomi global di tengah menjalarnya persoalan utang Yunani ke negara-negara zona euro lainnya, seperti Irlandia maupun Spanyol, lebih mendukung safe-haven dollar currency.

Apalagi ketidakpastian situasi ekonomi global di tengah menjalarnya persoalan utang Yunani ke negara-negara zona euro lainnya, seperti Irlandia maupun Spanyol, lebih mendukung safe-haven dollar currency," demikian catatan dari analis riset BNI Treasury Apressyanti Senthaury, Senin (26/3/2012). Selain itu, kecemasan pasar atas sinyal naiknya inflasi di Indonesia akan ikut menambah beban rupiah. Terlebih isu perlambatan global merespon sinyal penurunan ekonomi negara China selaku negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia masih terus memburamkan prospek perekonomian global ke depan.

Namun demikian, rencana pemerintah RI menyelenggarakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 27 Maret mendatang membuka peluang dukungan bagi pergerakan rupiah. Dengan target indikatif senilai Rp 1 triliun dan meliputi 4 seri Sukuk (PBS001, PBS002, PBS003 & PBS 004) diharapkan direspon positif oleh pasar, terutama pemain asing.

Bahkan, diharapkan arus modal asing akan mengalir deras memasuki pasar domestik untuk turut menopang penguatan rupiah. Apalagi optimisme pada perekonomian Indonesia yang didukung stabilitas moneter serta fundamental yang solid memunculkan harapan untuk terapresiasinya rupiah. Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pun optimistis akan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,7 persen dan 7 persen. Untuk kisaran pergerakan, rupiah diperkirakan akan berada di level resisten kuat pada Rp 9.225 per dollar AS dan support kuat pada Rp 9.075 per dollar AS.

0 Response to "Rupiah Melemah Kembali"

Posting Komentar