Indeks Harga Saham Gabungan

Nyaris tidak ada sentimen positif membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan, Kamis (24/11/2011). IHSG dibuka melemah 26,246 poin atau 0,72 persen ke level 3.660,752. Indeks LQ 45 turun 6,572 poin atau 1,00 persen ke level 644,472.

Semalam menjadi hari keenam anjloknya Bursa Wall Street akibat spekulasi bakal melebarnya krisis Eropa ke Jerman dan memburuknya data manufaktur China. IHSG pun semakin terbatas pergerakannya, seiring dengan pergerakan variatif bursa regional.

Riset Semesta Indovest menyatakan, investor global memilih aman untuk keluar pasar jelang libur Thanksgiving setelah beberapa data ekonomi global cukup mengkhawatirkan sebagai tanda-tanda pelemahan ekonomi.

Setelah kemarin China mengumumkan kegiatan manufaktur yang menurun, kini kegiatan manufaktur Jerman juga mengalami hal yang sama, kembali terkontraksi pada November untuk dua bulan berturut-turut. Di samping itu lelang obligasi negara Jerman juga sepi peminat, mengindikasikan Jerman mulai kurang menarik.

Sementara itu, The Fed dikabarkan akan melakukan strest test pada enam institusi finansial terbesar AS, akibatnya saham-saham finansial turun lebih dari 3 persen. Bursa Eropa juga ditutup melemah dan berada pada titik terendah dalam tujuh minggu merespon lemahnya permintaan terhadap obligasi Jerman. Indeks FTSE turun 1,29 persen. Bursa Asia pagi ini bergerak melemah, Nikkei turun 1,87 persen, kospi turun 0,3 persen.

0 Response to "Indeks Harga Saham Gabungan"

Posting Komentar