Ridwan Muhadir dituntut lima tahun penjara

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar Ridwan Muhadir dituntut lima tahun penjara dalam sidang lanjutan perkara korupsi proyek swakelola Dinas PU di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, kemarin.

Jaksa penuntut umum (JPU) Adnan Hamzah dan Zainal Abidin menyatakan, Ridwan terbukti memperkaya diri sendiri dan orang lain dengan menggunakan uang negara. Jaksa menjerat terdakwa dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi No 31/1999. Selain itu, Ridwan yang menjadi terdakwa proyek Rp13 miliar ini, juga diwajibkan membayar denda Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan.

“Kami sudah membuktikan bahwa dakwaan primer telah terbukti sehingga tidak membutuhkan lagi pembuktian dakwaan subsider,”ujar Zainal. Menanggapi tuntutan jaksa, penasihat hukum terdakwa, Faisal Silenang, mengatakan, tuntutan JPU sama sekali tidak terbukti di persidangan. Kliennya juga menjadi terdakwa karena kebijakannya.

“Bukan perbuatannya memperkaya diri sendiri, tapi kebijakan dan seharusnya pasal 3 yang dibuktikan,” ujarnya. Karena itu, pihaknya akan mengajukan pleidoi yang akan dibacakan dalam sidang lanjutan pekan depan. Sementara itu, Majelis Hakim PN Makassar yang dipimpin Andi Makkasau, memerintahkan penasihat hukum terdakwa menyiapkan pleidoi tepat waktu.Alasannya, tenggat waktu penyelesaian perkara tersebut telah dilewati.

0 Response to "Ridwan Muhadir dituntut lima tahun penjara"

Posting Komentar