Pasokan energi listrik

Selama musim kemarau, pasokan energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru Kabupaten Pinrang dan Bili-bili Kabupaten Gowa terganggu. Karena itu, PLN Sultanbatara meminta warga Sulselbar bisa memahami pemadaman bergilir di beberapa daerah. Manajer Bidang Transmisi dan Distribusi PLN Sultan batara Andi Lakipada, mengatakan, di dua PLTA ini, pembangkit listrik hanya dioperasikan satu unit pada siang hari karena ketersediaan pasokan listrik menipis.

“Debit air sangat kurang,sehingga harus ditampung untuk persiapan malam hari. Saat beban puncak dari pukul 18.00 hingga 22.00 Wita, dua mesin itu baru dinyalakan, kata Andi Lakipada seusai mendampingi General Manager (GM) PLN Sultanbatara Zulkifli Abdullah bertemu dengan Ketua DPRD Sulsel Moh Roem di Gedung DPRD Sulsel, kemarin.

Sekadar diketahui, PLTA Bakaru memiliki dua unit mesin pembangkit dengan kapasitas total 130 megawatt (MW). Namun, satu bulan terakhir, dua mesin itu tidak dapat dioperasikan bersamaan. Sementara PLTA Bili-bili, yang normalnya berkapasitas 20 MW, saat ini hanya mampu memproduksi rata-rata dua MW.

“Bili-bili itu bendungan multiguna, bukan cuma untuk listrik, lebih diutamakan pengairan dan air minum. Untuk listrik nomor terakhir. Makanya produksi listrik Bili-bili sangat di bawah normal, terang dia. Kendati terjadi krisis ketersediaan listrik, stok energi listrik Sulsel sekitar 615 MW, atau masih lebih tinggi dari kebutuhan saat ini yang hanya 600 MW. Artinya masih ada surplus 15 MW, termasuk cadangan.

Selain itu, PLN juga mengoperasikan semua mesin pembangkit listrik seperti PLTG Sengkang 185 MW,PLTD Suppa 62 MW,PLTU Tallo 197 MW. PLN juga mengoperasikan pembangkit sewa di Bulukumba, Jeneponto, Parepare,Watampone. Khusus mesin baru pembangkit listrik tenaga gas di Sengkang, berkapasitas 150 megawatt,belum dapat di-operasikan, karena belum ada pasokan gas.

Untuk itu, PLN berharap ada solusi secepatnya dari Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dana Gas (BP Migas). General Manager PLN Sultanbatara Zulkifli Abdullah menambahkan, PLN masih menunggu persetujuan penggunaan gas alam Sengkang dari BP Migas. Untuk itu, pihaknya mengharapkan dukungan DPRD Sulsel, mendorong dan mendesak BP Migas agar segera mengeluarkan izin penggunaan gas alam Sengkang guna menunjang operasi dua unit mesin PLTG tersebut.

Ketua DPRD Sulsel Moh Roem, berjanji akan mendorong pembangkit baru PLTG Sengkang segera dioperasikan. Namun, dia mempertanyakan beberapa proyek pembangkit listrik yang belum juga tuntas. Seperti PLTU 250 MW yang dibangun PT Bosowa Energi di Kabupaten Jeneponto. “Kami juga berharap pembangkit listrik yang sedang dibangun bisa diselesaikan secepatnya,” pungkas Roem.

0 Response to "Pasokan energi listrik"

Posting Komentar