Kepolisian Daerah Sulselbar memusnahkan barang bukti narkotika

Kendati tersangka kasus kepemilikan narkotika yang melibatkan warga negara asing (WNA) belum berhasil ditangkap, Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu- sabu seberat 6 kilogram (kg), kemarin. Pemusnahan dengan cara dibakar dilakukan dihalaman Kantor Polda Sulselbar, Jalan Perintis Kemerdekaan. Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman mengatakan, polisi kesulitan menangkap WNA yang menjadi tersangka dan dinyatakan buron pascapenemuan sabu-sabu tersebut. Kendati demikian, dia berjanji akan terus menelusuri keberadaan tersangka yang kini sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) Polda Sulselbar.

Jenderal dua bintang ini mengatakan, kepolisian sudah mengantongi identitas dan foto warga negara asing tersebut. “Pemiliknya masih dalam pengejaran. Kami sudah tetapkan sebagai DPO,” ujar dia seusai pemusnahan sabu-sabu tersebut. Sekadar diketahui, narkotika senilai Rp12 miliar ditemukan di salah satu bagasi penumpang pesawat Air Asia penerbangan rute Kuala Lumpur-Makassar, Jumat (1/7), sekitar pukul 16.30 Wita.

Barang haram ini diketahui dibawa warga negara Hong Kong, Ho Ka Che, 4 6. Serbuk haram ini terdeteksi oleh alat milik Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Makassar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. AKBP Rahmat Ammas, penyidik kasus ini, menambahkan, sabu-sabu ini awalnya ditangkap petugas Bea Cukai sebelum akhirnya diserahkan kepada Ditnarkoba Polda Sulselbar, 3 Juli lalu.

Saat penangkapan, sabusabu seberat 6 kg tersebut terbagi dalam tiga paket dengan berat masing-masing 2 kg lebih. Tiga kantong sabu-sabu dalam kotak makanan dimasukkan dalam ransel berwarna oranye itu diduga berasal dari Kuala Lumpur, Malaysia. Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) di Jakarta memastikan bahwa bubuk putih itu merupakan metamphetamine HCL atau sabu-sabu.

0 Response to "Kepolisian Daerah Sulselbar memusnahkan barang bukti narkotika"

Posting Komentar