kembali mengubah keputusan

Manajemen PSM Makassar kembali mengubah keputusan mengenai siapa pelatih kepala yang akan menukangi skuad Juku Eja selama satu musim ke depan. Keputusan tersebut sudah disetujui oleh pengurus PSM dan konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI). Ternyata, rencana merekrut arsitek asal Jerman Michael Feichtenbeiner batal lantaran harga yang terlalu bombastis. Pembatalan itu atas permintaan Ketua Umum PSM Ilham Arief Sirajuddin,Jumat (30/9) lalu yang disampaikan ke manajemen PSM dan konsorsium LPI selaku pemilik saham terbesar.

Sebelumnya, Ilham sempat menelepon CEO LPI Wijayanto untuk meminta Michael diganti dengan pelatih yang lebih murah. Dalam percakapan itu,Wijayanto sempat meminta waktu.Tak lama kemudian, Wija –panggilan akrab Wijayanto– kembali menghubungi Ilham dan menyampaikan calon alternatif yang lain.

Manager Commercial PSM Anno Suparno mengatakan usulan Ketua Umum PSM itu langsung dibahas pada malam harinya dalam rapat manajemen di Menara Bosowa. Ilham meminta manajemen agar tidak mengambil pelatih dengan harga yang mahal hingga Rp2 miliar karena pelatih di klub lain hanya berkisar Rp800 juta. ”Ketua Umum mengatakan, sayang sekali PSM memakai jasa pelatih dengan harga tinggi sementara pelatih klub lain tidak sampai Rp1 miliar.

Makanya manajemen menunggu kedatangan pelatih lain sebagai gantinya,”papar Anno kemarin. Sebagai gantinya, PSM akan mendatangkan peracik tim asal Eropa Timur,Rabu (5/10) besok. Akan tetapi, manajemen masih merahasiakan identitas pelatih yang memiliki Lisensi A UEFA tersebut. Bocoran dari manajemen,calon nakhoda tim Juku Ejaitu pernah menukangi salah satu timnas U-18 dan U-21 di Benua Eropa.

Kabar lain juga menyebutkan, sosok ini pernah datang ke Indonesia untuk memantau sejumlah klub LPI saat di awal kompetisi lalu. Alasan manajemen merahasiakannya agar tidak mengecewakan publik jika saja nanti tidak jadi didatangkan. Kemungkinan sosok yang ditawarkan konsorsium tersebut adalah pelatih Bali Devata Peter Segart asal Georgia dengan Lisensi A UEFA. Rencananya, Peter akan datang bersama Chief Executif Officer (CEO) PSM Rully Habibie ke Makassar, Rabu (5/10) besok.

Sementara yang ditawarkan Budi Liminto selaku agen,yakni Dave Mitchael asal Australia. Dave merupakan pelatih terbaik Asia 2002 dan pernah menjadi pelatih salah satu klub di Autsralia dan membawanya menjadi jawara liga. Batalnya Michael dan ditunjuknya pelatih baru juga dibenarkan oleh General Manager (GM) Klub PSM Husain Abdullah. Kedatangan pelatih baru tersebut bersamaan dengan Chief Executif Officer (CEO) PSM Rully Habibie.

Mereka berangkat dari Jakarta menuju Makassar,besok. ”Informasi terakhir, katanya mereka (Rully dan pelatih baru) tiba di Makassar hari Rabu (5/10). Sekarang mereka sudah berada di Jakarta dan langsung ke Makassar hari Rabu kalau semua urusan di Jakarta kelar,”ungkap Husain via BlackBerry Messenger kemarin siang.

Sebelumnya, nama Michael sudah sering disebut-sebut bakal menjadi peracik Juku Ejadi kompetisi ISL musim ini. Saking seriusnya, manajemen dan pelatih berkebangsaan Jerman itu sudah melakukan negosiasi harga. Michael adalah mantan pelatih Bintang Medan. Dia juga nyaris melatih PSM, saat awal musim kompetisi LPI, Januari 2011. Kala itu, tim PSM yang akan berlaga di LPI belum terbentuk dan Michael sempat terlibat dalam seleksi pemain.

Namun karena Wilhelmus ‘Wim’ Gerardus Rijsbergen datang, Michael kemudian dikirim oleh konsorsium untuk melatih Bintang Medan. Sampai saat ini Michael masih berada di negaranya, Jerman. Sebenarnya dia tinggal menunggu panggilan dari manajemen atau konsorsium LPI. Setelah hampir sebulan menunggu, ternyata akhirnya batal juga.

0 Response to "kembali mengubah keputusan"

Posting Komentar