Balita penderita gizi buruk

Seorang balita penderita gizi buruk ditemukan di Kabupaten Wajo. Nurul Ramadani, nama balita tersebut, selama ini hanya terbaring di tempat tidur dengan tubuh yang lemah dan kurus. Tenri, 39, dan Noji, 39, orang tua anak empat tahun itu, tinggal di Lingkungan Amessangeng, Kelurahan Maddukkelleng Kecamatan Tempe. Selama ini mereka tidak membawa anaknya berobat ke rumah sakit karena terkendala biaya. Meski usianya menginjak empat tahun, bobot tubuh Nurul hanya 4 kilogram.

Dia juga tidak bisa berjalan seperti anak seusianya.Orang tuanya mengaku, gizi buruk diderita anaknya sejak dalam kandungan. Ibu Nurul, Noji, menceritakan, anak bungsunya tersebut lahir dengan bobot hanya 8 ons. “Saat Nurul dalam kandungan, saya menderita sakit-sakitan. Sejak lahir,Nurul juga selalu menolak makanan yang di-berikan, kecuali ASI,”ujar dia. Dia mengaku, selama ini hanya memberikan susu kental manis kepada anak kelimanya itu.

Dia mengaku tahu bahwa susu jenis itu tidak cocok bagi bayi di bawah usia lima tahun, tapi dia tidak punya pilihan karena tidak mampu membeli susu formula. Bantuan pemerintah sampai saat ini juga tidak pernah mereka terima. Kepala Dinas Kesehatan Wajo dr Abdul Azis mengaku, tidak mengetahui informasi soal bayi gizi buruk di Kelurahan Maddukkelleng itu.

Dia mengaku baru akan melakukan pengecekan. Dia justru menyalahkan warga yang sering tidak melaporkan kondisi anaknya kepada petugas kesehatan. “Kendala kami dalam mendata warga yang sakit adalah kebiasaan warga yang masih kerap memilih merawat keluarganya di rumah,”ujarnya.

Dia hanya meminta orang tua Nurul membawa anaknya berobat ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. “Kami sudah menyediakan rumah sakit dan puskesmas, tapi warga masih juga tidak mau membawa keluarganya berobat ketika sakit,”kata dia. Pekan lalu,seorang balita di Desa Pakkanna, Kecamatan Tana Sitolo,Kabupaten Wajo, Nurul Ariqah Yusriani, juga ditemukan menderita penyakit hydrocephalus.

Putri pasangan Herman dan Susianti ini harus terbaring lantaran penyakit yang dideritanya. Kepala balita ini terlihat membesar. Hydrocephalusadalah penyakit yang ditandai membesarnya kepala akibat kelebihan cairan. Orang tua bayi tersebut juga mengaku nyaris tidak pernah mendapat perhatian pemerintah.

1 Response to "Balita penderita gizi buruk"

  1. Gizi buruk pada balita memang harus di antisipasi sedini mungkin..
    karena ini bisa menghambat perkembangan fisik dan mentalnya...

    BalasHapus