Asosiasi Industri Rekaman Indonesia

Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) akhirnya mendukung langkah pemerintah yang diambil Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), yakni dengan melakukan unregistrasi seluruh layanan pesan premiun pelanggan. Dukungan ini diberikan setelah ASIRI menerima penjelasan langsung dari BRTI mengenai langkah-langkah unregistrasi oleh seluruh operator hingga Selasa (18/10/2011) dini hari. Prinsipnya kita bukan mau mencuri pulsa orang.

BRTI memberi penjelasan secara tertutup kepada ASIRI di sela rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di komplek DPR, Senin (17/10/2011). Pimpinan BRTI yang hadir yakni Syukri Batubara selaku Ketua. Adapun pimpinan ASIRI diwakili Gumilang Ramadhan selaku Wakil Ketua.

Komisi I DPR mengundang BRTI untuk mendengarkan penjelasan langkah-langkah yang telah diambil BRTI terkait kasus penyedotan pulsa pelanggan melalui content provider. Salah satu langkah diambil adalah penghentian seluruh layanan pesan premium. Pada awal rapat, ASIRI menolak langkah pemerintah itu. Rupanya, penolakan itu lantaran ada salah penafsiran operator terhadap keputusan BRTI.

Gumilang mengatakan, seluruh operator menyebut kepada pihaknya akan menghentikan seluruh nada dering pelanggan. Setelah itu, lanjut Gumilang, operator mempersilahkan ASIRI mencari kembali pelanggan. ASIRI lalu menolak lantaran tidak mudah mencari pelanggan baru. Saat ini, setidaknya ada 27 juta pelanggan nada dering.

Kami keberatan, karena industri kita akan mati," kata Gumilang. Pihak BRTI kemudian meluruskan, bahwa setelah operator melakukan unregistrasi, operator wajib mengirimkan pesan singkat kepada pelanggan yang berisi pemberitahuan layanan pesan premium telah dihentikan. Dalam pesan yang sama, pelanggan juga ditanyakan apakah ingin melanjutkan layanan.

Jika pelanggan bersedia melanjutkan, pelanggan tidak dikenakan biaya sama sekali selama registrasi. Menurut Gumilang, jika itu benar dilakukan, penurunan jumlah pelanggan nada dering akan terjadi, namun tidak signifikan. Prinsipnya kita bukan mau mencuri pulsa orang," pungkasnya.

0 Response to "Asosiasi Industri Rekaman Indonesia"

Posting Komentar